Polda Metro Jaya Bakal Terapkan Denda Bagi Pelanggar Ganjil Genap di Jakarta
ACA Poker - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sambodo Purnomo /Divisi Humas Polri/
Polda Metro Jaya menerapkan denda bagi pelanggar ganjil genap di DKI Jakarta mulai hari ini, Rabu (1/9/2021). Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo, mengatakan penilangan bisa langsung oleh petugas atau tiket elektronik atau ETLE.
“Hanya saja mulai minggu ini kami akan lakukan penindakan dengan tilang. Jadi selain berjaga di mulut-mulut kawasan, kami juga akan mulai melakukan penindakan dengan tilang, baik menggunakan kamera ETLE maupun tilang secara manual apabila ditemukan secara langsung oleh anggota yang bertugas pada hari itu," kata Sambodo, Selasa (31/8/2021).
Ganjil genap berlaku di tiga titik
Sambodo menambahkan, ganjil genap di Jakarta masih berlaku di tiga titik. Ketiga titik tersebut adalah Jalan Sudirman, Jalan MH Thamrin dan Jalan Rasuna Said, mulai dari simpang Mampang-Gatot Subroto hingga simpang Imam Bonjol.
Sistem ganjil genap di tiga titik berlaku mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB. Aturan ganjil genap ini kembali diberlakukan pada periode PPKM Tingkat 3 di DKI Jakarta.
Kendaraan yang dikecualikan dari sistem ganjil genap di Jakarta
Sambodo mengatakan ganjil genap berlaku untuk semua kendaraan berplat hitam, baik plat pribadi maupun plat khusus instansi.
“Jadi kalau instansi ingin lewati ganjil genap, silakan gunakan pelat dinasnya masing-masing, baik itu pelat merah, baik itu pelat dinas TNI-Polri atau plat instansi lainnya,” ujarnya.
Sedangkan kendaraan yang dikecualikan dari penerapan ganjil genap adalah sepeda motor, kendaraan berplat kuning, angkot berplat TNI-Polri, dan berplat merah.
"(Lalu) angkutan menggunakan daya tenaga listrik. Jadi mobil listrik boleh, termasuk juga roda dua dan darurat ambulans, damkar, kepolisian, dan sebagainya," katanya.
DKI Jakarta Masuk PPKM Level 3
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan PPKM di Pulau Jawa dan Bali diperpanjang hingga 6 September 2021. Jokowi kemudian menyatakan wilayah aglomerasi Jabodetabek sudah turun level dalam pelaksanaan PPKM. Saat ini Jabodetabek berada di level 3.
Cukup banyak daerah di Jawa yang mengalami penurunan tingkat selama pelaksanaan PPKM. Hal ini dinilai Jokowi sebagai indikator yang baik dalam penanganan COVID-19.
“Secara keseluruhan, di Jawa-Bali ada perkembangan yang baik,” kata Jokowi.
Indikator penurunan level PPKM di Jawa-Bali didasarkan pada perkembangan kasus COVID-19 selama sepekan terakhir. Jokowi mengatakan angka positif hingga hunian tempat tidur rumah sakit (BOR) mengalami penurunan.
“Rata-rata BOR nasional sudah berada di sekitar 27 persen,” jelasnya.
Meski muncul indikator positif, warga tetap dihimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat guna mendukung program penurunan kasus COVID-19.






Leave a Comment