ACAPOKER menyediakan games TEXAS HOLDEM POKER

mainkan game poker online dan domino QQ terbaru

Daftar Sekarang Juga!

Nakes Korban Penembakan KKB Bantah Kabar Bahwa

 

ACA Poker - Korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawa menggunakan truk menuju pesawat saat evakuasi di Intan Jaya, Papua, Senin (14/9/2020) (ANTARA FOTO/Humas Polda Papua)


Dua dari empat petugas kesehatan yang menjadi korban penganiayaan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, membantah kabar yang beredar dan menyatakan dr Restu Pamanggi memegang senjata api.


"Tidak benar berita yang beredar karena kami semua menjadi korban aksi penganiayaan yang dilakukan KKB, Senin lalu (13/9/2021)," kata Kristina Sampe Tonapa dan Katrianti Tandila secara terpisah, dikutip dari ANTARA, Senin (20/9/ 2021).


Kristina mengatakan bahwa dr. Restu juga terluka, jadi tidak mungkin membawa senjata


Kedua petugas kesehatan ini dirawat di satu ruangan. Kemudian, mereka menceritakan kronologi saat anggota KKB menyerang mereka. Mereka mengatakan bahwa Dr. Restu tidak memegang senjata karena dia juga terluka.


"Apa yang beredar di luar sangat tidak benar dan itu perbuatan yang keji karena keberadaan kami semua untuk menolong masyarakat agar mendapat pelayanan kesehatan," ujar keduanya yang dirawat di satu ruangan.


Kristina mengaku saat peristiwa pembakaran dan perusakan terjadi, mereka berempat melarikan diri dengan melompat ke jurang dekat Puskesmas. Massa, yang merupakan komunitas Kiwirok, mengikuti dengan panah dan senjata tajam, melukai tenaga kesehatan.


"Kami berempat yakni saya, Katrianti Tandila, Marselinus Ola Atanila dan almarhum Gabriela Meilan lompat ke jurang, namun mereka tetap mengejar dan menganiaya," kata Kristina Sampe.


Kristina mengungkapkan dirinya jatuh paling dalam, yakni sekitar 500 meter. Ia bertahan hidup dengan meminum air hujan selama tiga hari sebelum dievakuasi oleh personel TNI-Polri.


Tenaga kesehatan mengaku tidak mau kembali bekerja di pedalaman


Akibat penyerangan tersebut, Kristina Sampe mengalami luka tusukan benda tumpul di bagian paha. Dia juga mengatakan tidak ingin kembali bekerja di pedalaman.


Kristina mengaku sudah lima tahun menjadi tenaga kesehatan sementara yang direkrut Dinas Kesehatan Pegunungan Bintang dan baru kemarin mengalami kejadian yang tidak akan terlupakan seumur hidupnya.


"Saya tidak ingin kembali bertugas ke pedalaman, karena trauma," katanya.


Tenaga kesehatan diberikan pendampingan psikologis untuk mengurangi trauma


Sementara itu, Kapendam XVII Cenderawasih Kolonel Arm Reza mengatakan, selain mengobati luka yang dialami petugas kesehatan, mereka juga diberikan pendampingan psikolog untuk mengurangi trauma yang dialaminya.


“Kodam XVII Cenderawasih memberikan perawatan dan pendampingan kepada mereka hingga sembuh dan kembali ke keluarganya,” kata Kolonel Arm Reza.

No comments

Powered by Blogger.